Inovasi Akuntansi untuk Kesejahteraan Petani Antarkan Maureen Cahayli Jadi Juara 1 Pilmapres FEB Unila

FEB Unila – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) kembali mengukir prestasi gemilang dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas tahun 2026. Maureen Cahayli, mahasiswi program studi S1 Akuntansi angkatan 2023, berhasil meraih predikat Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Program Sarjana yang diumumkan baru-baru ini.

Gagasan kreatif yang diangkat dalam kompetisi ini berjudul “GreenLink Rural: Model Tata Kelola dan Aplikasi Transparansi Keuangan guna Meningkatkan Aksesibilitas Pendanaan Petani.”

Maureen, yang merupakan mahasiswi angkatan 2023, menggagas ide berupa sistem pencatatan akuntansi yang terintegrasi untuk membantu petani keluar dari ketergantungan tengkulak. Dalam persiapannya, ia dibimbing dan didukung penuh oleh jajaran dosen jurusan Akuntansi, di antaranya Mr. Fathur, Ms. Ajeng, Ms. Syaha, dan Ms. Rindy.

Gagasan ini lahir dari keprihatinan Maureen terhadap fenomena asimetri informasi dan kurangnya transparansi keuangan di kalangan petani. Berdasarkan riset pasar yang dilakukannya, banyak petani kesulitan menentukan harga jual sendiri sehingga sangat bergantung pada pihak ketiga. Melalui aplikasi GreenLink Rural, petani dapat mencatat pengeluaran dan pemasukan secara sistematis, yang nantinya menjadi indikator apakah usaha mereka layak mendapatkan pendanaan (bankable) dari investor maupun perbankan.

“Kuncinya ada pada komitmen ke diri sendiri. Kita harus punya fondasi yang kuat untuk bisa terus berlanjut sampai akhir tanpa demotivasi yang berarti. Jadi ketika ada problem, kita tidak gampang menyerah,” ujarnya.

Keunikan program GreenLink Rural terletak pada pemanfaatan ilmu akuntansi sebagai solusi praktis bagi sektor pertanian. Dengan adanya indeks yang diatur dalam aplikasi, pihak bank dapat dengan mudah melihat profil risiko dan potensi pertanian desa secara transparan, sebuah langkah inovatif yang menghubungkan dunia akademis dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Untuk ikut Pilmapres tidak bisa melakukan projek ‘Roro Jonggrang’, prestasi perlu dipupuk dan dipetakan sejak awal bagi teman-teman mahasiswa baru,” tambahnya.

Ke depan, Maureen berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan agar memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan petani dan membawa nama FEB Unila ke tingkat Pilmapres nasional.

Prestasi ini kembali menegaskan bahwa mahasiswa FEB Unila memiliki daya kritis tinggi dalam memecahkan masalah ekonomi di masyarakat melalui solusi yang inovatif dan terukur. (Magang_M Ghatan Dinata)