Dari Dorongan Teman hingga Juara 1 Pilmapres D3 FEB Unila: Inovasi Filtrasi Air dari Limbah Bawa Inspirasi

FEB Unila – Sebuah dorongan sederhana dari teman-teman ternyata menjadi awal perjalanan prestasi bagi seorang mahasiswi Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila). Berkat keberaniannya mencoba, ia berhasil meraih Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) kategori Diploma tingkat fakultas, sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga sarat makna perjuangan.

Ia mengaku awalnya tidak memiliki rencana khusus untuk mengikuti Pilmapres. Informasi mengenai pendaftaran justru datang dari teman-temannya yang terus meyakinkan bahwa ia mampu bersaing. Dari situlah muncul keinginan untuk mencoba, sekaligus menjadikan ajang tersebut sebagai cara untuk menantang diri agar mampu menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non-akademik.

Ketika namanya diumumkan sebagai Juara 1 Pilmapres D3 FEB Unila, perasaan yang muncul pun bercampur menjadi satu. “Aku merasa kaget, bingung, bangga, dan tentunya sangat bersyukur dengan hasil pengumumannya,” ujarnya mengenang momen tersebut.

Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses panjang yang tidak selalu mudah. Ia harus menghadapi tantangan besar dalam mengatur waktu di tengah padatnya aktivitas. Selain menjalani perkuliahan, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan lain seperti pekerjaan dan organisasi, sambil tetap mempersiapkan karya tulis ilmiah serta presentasi untuk seleksi Pilmapres.

Namun tantangan terbesar justru datang dari dalam dirinya sendiri. Rasa takut dan overthinking sempat menjadi hambatan, terutama ketika harus mempresentasikan ide di hadapan para juri. Meski begitu, pengalaman mengikuti Pilmapres justru mempertemukannya dengan banyak mahasiswa inspiratif dari berbagai program studi di FEB Unila, yang kemudian menjadi ruang bertukar ide dan motivasi.

Dalam kompetisi tersebut, ia memperkenalkan sebuah inovasi produk kreatif bernama CA-PURE, media filtrasi air yang memanfaatkan limbah cangkang telur dan cangkang kerang. Ide tersebut berangkat dari kepeduliannya terhadap kondisi krisis air bersih yang masih dialami sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pedesaan yang kerap kesulitan memperoleh air layak konsumsi.

Melalui inovasi ini, ia berharap limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi solusi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat. Baginya, gelar mahasiswa berprestasi bukan sekadar pengakuan akademik, melainkan amanah untuk terus memberikan dampak positif bagi orang lain. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal baru. “Jangan takut gagal, karena fear is temporary, but regret stays forever,” pesannya. (Magang_Icka Nuraini Azhumi)