Konsisten Tanpa Banyak Ekspektasi, Mohammad Adrian Raih IPK 4,00 dan Lulusan Terbaik II Magister FEB Unila

FEB Unila – Mohammad Adrian tidak pernah secara khusus menargetkan diri untuk menjadi lulusan terbaik. Ia hanya memilih untuk menjalani setiap proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh, menjaga konsistensi, dan memberikan kemampuan terbaik. Hingga akhirnya, usaha tersebut mengantarkannya menjadi Lulusan Terbaik II Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) dengan IPK 4,00.

Sejak awal perkuliahan, Adrian memang memiliki keinginan untuk mendapatkan hasil akademik yang baik. Namun, ketika melihat capaian akademiknya terus menunjukkan hasil positif, muncul satu pemikiran sederhana dalam dirinya, “Kalau sudah sejauh ini, kenapa tidak saya pertahankan sampai akhir?”

Dari situlah Adrian berusaha menjaga konsistensi, terutama ketika memasuki tahap akhir perkuliahan dan penyelesaian tesis. Di tengah kesibukan pekerjaan, ia harus membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, penelitian, dan kehidupan pribadi.

Bagi Adrian, kunci menjalani semuanya bukanlah metode belajar yang rumit, melainkan konsistensi. Ia berusaha memahami materi, aktif berdiskusi, menyelesaikan tugas tepat waktu, menentukan prioritas, serta mengerjakan setiap tanggung jawab secara bertahap.

“Tantangan pasti ada, tetapi saya berusaha untuk tidak berhenti hanya karena prosesnya terasa berat. Kalau lelah, istirahat sebentar, kemudian lanjut lagi,” tuturnya.

Perjalanan akademik Adrian juga tidak lepas dari dukungan lingkungan FEB Unila. Interaksi dengan dosen dan teman-teman memberikan banyak pembelajaran, baik melalui materi perkuliahan maupun diskusi. Bimbingan para dosen, khususnya dalam penelitian dan penyusunan tesis, turut membantunya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis.

Di balik pencapaian tersebut, Adrian menyebut orang tua sebagai sosok yang paling berperan. Doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga menjadi motivasi terbesar selama menempuh pendidikan. Dukungan teman-teman serta ilmu dan bimbingan para dosen juga menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.

“Ketika sudah memutuskan untuk mengambil pendidikan Magister, saya ingin menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Saya juga ingin menghargai pengorbanan orang tua dan keluarga yang sudah memberikan dukungan selama saya kuliah,” ungkapnya.

Bagi Adrian, predikat Lulusan Terbaik II dengan IPK 4,00 bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga hasil dari dukungan banyak pihak yang hadir sepanjang perjalanan pendidikannya.

Kepada mahasiswa FEB Unila, Adrian berpesan agar tidak terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang memiliki kemampuan, kondisi, dan waktunya masing-masing.

“Kalau ingin berprestasi, tidak harus selalu menjadi orang yang paling pintar. Yang penting mau belajar, konsisten, berani bertanya ketika tidak memahami sesuatu, dan jangan mudah menyerah,” pesannya.

Ia percaya, hasil terbaik terkadang justru datang dari proses yang dijalani tanpa terlalu banyak ekspektasi. Yang terpenting adalah berani menjalani proses, memberikan usaha terbaik, dan tidak mudah menyerah.

“Terkadang, sesuatu yang kita jalani dengan sungguh-sungguh tanpa terlalu banyak berharap justru bisa membawa kita kepada hasil yang lebih baik dari yang kita bayangkan.” (Nissa Nabila)