FEB Unila Dorong Generasi Pascasarjana Adaptif, Pemanfaatan AI dalam Riset Jadi Kunci Masa Depan Pembangunan Berkelanjutan

FEB Unila – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Magister dan Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) menghadirkan sesi penguatan wawasan akademik dan profesional bagi mahasiswa baru. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Student Center Lantai 1 FEB Unila pada Sabtu,15 Agustus 2026.

Dalam sesi kuliah umum tersebut menghadirkan tokoh dari berbagai latar belakang untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan akademik, riset, dan dunia profesional di masa depan.

Kuliah umum mengusung semangat penguatan kapasitas mahasiswa pascasarjana dalam menghadapi perkembangan dunia akademik, riset, dan profesional. Tiga narasumber hadir dengan perspektif yang berbeda, yakni Dr. Agung Firman Sampurna, S.E., S.H., M.Si., CSFA., CFrA., QIA., CA., CACP., CRMP. selaku Ketua BPK RI Periode 2019–2022 dan Komisaris Utama MNC Group, Dr. Mira Rozana, S.E., M.M., CFP., CWM., CIFA., CACP., CRM, selaku Dean Banking Academy – MCG Academy, serta Yuyun Khamidah, S.Si., M.M. selaku entrepreneur.

Dalam pemaparannya, Dr. Agung Firman Sampurna membahas perkembangan dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam mendukung kegiatan riset. Pemanfaatan AI dipandang sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang dapat membantu proses akademik dan penelitian apabila digunakan secara tepat, bertanggung jawab, serta tetap memperhatikan integritas akademik.

Ia juga menekankan pentingnya riset dan kolaborasi sebagai instrumen untuk menghasilkan gagasan yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembangunan daerah. Mahasiswa pascasarjana didorong untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana memperkuat kualitas penelitian sekaligus menghasilkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat dan pembangunan.

Sementara itu, Dr. Mira Rozana memberikan pembekalan mengenai strategi menjalani pendidikan doktoral. Materi diarahkan pada berbagai tips dan pengalaman yang dapat membantu mahasiswa mengelola proses perkuliahan, penelitian, hingga penyelesaian studi secara lebih terarah. Mahasiswa didorong untuk membangun konsistensi, disiplin, serta kemampuan mengelola waktu agar dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target.

Adapun Yuyun Khamidah memberikan perspektif mengenai perjalanan pendidikan pada jenjang magister. Ia membagikan pengalaman dan pandangan mengenai bagaimana mahasiswa dapat memaksimalkan proses perkuliahan, mengembangkan kapasitas diri, serta menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia profesional.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan FEB Unila, dosen, serta mahasiswa baru Program Magister dan Doktor. Kehadiran para narasumber dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi mahasiswa dalam memandang pendidikan pascasarjana, baik sebagai proses pengembangan akademik maupun sebagai bekal untuk menghasilkan kontribusi nyata.

Melalui kuliah umum ini, FEB Unila menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan pascasarjana yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kuat dalam riset, serta mampu mendorong kolaborasi yang memberikan dampak bagi pembangunan daerah dan masyarakat. (RIlis)