FEB Unila – Tim debat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung berhasil meraih prestasi membanggakan melalui capaian Juara 3 pada Lomba Debat Ekonomi Mahasiswa Tingkat Nasional Ahmad Dahlan Fair 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pringsewu pada Jumat, 7 November, dan mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk beradu argumentasi mengenai isu-isu ekonomi kontemporer.
Tim FEB Unila terdiri dari Bintang Putra Nandika mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan sebagai pembicara pertama, Muhammad Emil Fattah sebagai pembicara kedua, dan Sinar Fanny Siburian sebagai pembicara ketiga. Ketiga mahasiswa ini tampil solid dalam setiap babak pertandingan yang berlangsung dengan sistem gugur. Setiap ronde menghadirkan mosi yang diberikan langsung oleh panelis dan menentukan posisi tim sebagai pihak pro atau kontra.
Perlombaan menggunakan Asian Parliamentary System sebagai dasar teknis debat. Tema besar yang diangkat adalah Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan Ekonomi yang Berkelanjutan untuk Menciptakan Ketahanan Ekonomi yang Adil dan Berkelanjutan. Rangkaian mosi dalam kompetisi banyak berkaitan dengan isu kebijakan pemerintah, digitalisasi UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, serta dinamika ekonomi global.
Dalam proses persiapan, tim menghadapi tantangan yang cukup besar karena waktu latihan yang relatif singkat. Bintang menjelaskan bahwa mereka memulai persiapan hanya dalam tujuh hari. Selama periode tersebut, seluruh anggota tim belajar dari awal mengenai sistem debat, mengumpulkan materi, menyusun argumentasi, dan membagi peran secara efektif. Menyatukan pandangan dari tiga pemikir yang berbeda menjadi tantangan tersendiri sehingga latihan intensif dilakukan untuk membangun keselarasan antar pembicara.
Bagi Bintang, kompetisi ini menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan. Ia menyampaikan bahwa proses belajar dari tahap dasar hingga mampu tampil dalam ajang nasional memberikan pembelajaran penting mengenai kemampuan berpikir kritis, penyusunan argumen berbasis data, dan kerja sama dalam tim. Momen latihan serta perjuangan memahami dinamika debat menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi mereka.
Bintang berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FEB Unila lainnya untuk berani mencoba hal baru dan mengikuti berbagai kompetisi akademik. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan dan kegagalan sama-sama membawa manfaat selama dijalani dengan persiapan dan keyakinan diri. Bintang juga menambahkan bahwa ia ingin terus berkembang dan membawa nama baik FEB Unila ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi pada kesempatan selanjutnya. (Magang_Ichka Nur Azumi)

