


FEB Unila – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) berkolaborasi dengan dosen Fakultas Hukum Unila dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang menyasar komunitas rajut di Bandar Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026, dengan fokus pada penguatan literasi dan keterampilan pemasaran digital bagi pelaku usaha kerajinan rumahan.
Kegiatan ini melibatkan Lidya Ayuni Putri, S.Pd., M.Hum., Dwi Asri Siti Ambarwati, S.E., M.Sc., Dr. Dorothy RH Pandjaitan, S.E., M.Si., dan Ade Widiyanti, S.E., M.S.Ak. yang merupakan dosen FEB Unila, serta Rehulina Tarigan, Ph.D. dari Fakultas Hukum Unila. Kolaborasi tersebut turut melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator yang mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan dilatarbelakangi oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada platform digital. Komunitas rajut di Bandar Lampung dinilai memiliki potensi melalui produk kerajinan yang kreatif dan berkualitas. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung strategi pemasaran yang memadai karena sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pemasaran konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut dan konsinyasi lokal.
Selain itu, mitra masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari rendahnya literasi digital terkait pemasaran daring, keterbatasan pemahaman mengenai branding dan komunikasi visual, hingga belum optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan etalase produk.
Melalui kegiatan PKM ini, tim dosen memberikan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital, termasuk pemanfaatan platform media sosial berbasis foto dan video seperti Instagram dan TikTok. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas merek melalui pemilihan warna, logo sederhana, hingga pengemasan produk.
Tidak hanya pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung. Peserta didampingi untuk membuat akun bisnis, mengambil foto dan video produk, serta menyusun kalimat promosi (copywriting) yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara tatap muka melalui diskusi interaktif dan lokakarya (workshop). Mahasiswa turut berperan sebagai fasilitator yang mendampingi peserta secara langsung dalam penggunaan smartphone dan aplikasi untuk mendukung aktivitas pemasaran digital.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi diskusi dan praktik. Peserta turut berdiskusi mengenai cara membuat konten promosi yang mampu menjangkau lebih banyak audiens serta mencoba mempraktikkan pembuatan konten untuk produk mereka masing-masing.
Setelah mengikuti kegiatan, mitra mulai memiliki pemahaman dan kepercayaan diri yang lebih baik dalam memanfaatkan ekosistem digital. Peserta juga mulai memiliki akun media sosial bisnis, memahami dasar penataan visual produk, serta mengetahui cara berkomunikasi dengan calon konsumen secara daring.
Ke depan, tim pengabdian berencana melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap aktivitas promosi dan penjualan mitra. Tim juga menyiapkan rencana pengabdian lanjutan dengan topik manajemen keuangan usaha untuk mendukung kesiapan komunitas dalam meningkatkan kapasitas produksi ketika permintaan pasar digital semakin berkembang.
Melalui kolaborasi lintas fakultas tersebut, tim pengabdian berharap pendampingan yang diberikan dapat terus dikembangkan sehingga produk kerajinan rajut memiliki jangkauan pasar yang lebih luas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi para pelaku usaha. (Nissa Nabila)

