
FEB Unila – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Tim yang diketuai oleh Khadijah Raihan berhasil lolos pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 yang diumumkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia pada Mei 2026.
Penelitian yang diangkat dalam ajang bergengsi ini berjudul “Persepsi Mahasiswa Akuntansi terhadap Penggunaan ChatGPT dalam Penyusunan Jurnal Akuntansi.” Topik ini dipilih sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan serta dukungannya terhadap tema ke-6 PKM 2026, yakni Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi.
Tim peneliti ini terdiri atas Khadijah Raihan (Akuntansi 2023) selaku ketua, dengan anggota Aqila Nurul Aziza (Akuntansi 2023) dan Zalfa Ghaisani (Akuntansi 2025). Keberhasilan mereka dalam menyusun gagasan inovatif ini tidak lepas dari bimbingan intensif dosen FEB Unila, Diajeng Fitri Wulan, S.Ak., M.Ak.
Khadijah Raihan menjelaskan bahwa riset ini bertujuan memotret bagaimana mahasiswa akuntansi memandang penggunaan ChatGPT melalui perspektif kemanfaatan (perceived usefulness), kemudahan penggunaan (perceived ease of use), serta kepercayaan diri dalam teknologi (self-efficacy).
“Kami ingin mengetahui bagaimana sebenarnya persepsi mahasiswa terhadap ChatGPT, mengingat teknologi ini menawarkan kemudahan namun juga membawa tantangan besar terkait ketergantungan teknologi dan integritas akademik,” ujar Khadijah.
Perjalanan tim menuju pendanaan nasional ini melalui proses seleksi yang panjang dan ketat. Dimulai dari seleksi tingkat fakultas pada Desember 2025, berlanjut ke tingkat universitas pada Januari 2026, hingga akhirnya dinyatakan lolos seleksi nasional pada Maret 2026. Selama masa tersebut, tim aktif melakukan konsultasi mendalam, penguatan referensi jurnal, hingga perbaikan metode penelitian.
Tantangan seperti koordinasi waktu antaranggota tim dan pencarian responden riset berhasil diatasi melalui komitmen serta pembagian tugas yang terstruktur. Menurut Khadijah, kunci keberhasilan dalam ajang ini adalah keberanian untuk mencoba hal baru dan disiplin dalam proses.
“Jangan takut mencoba meskipun merasa belum punya pengalaman. Banyak hal justru dipelajari selama prosesnya. Bagi saya, setiap peluang yang datang saat menjadi mahasiswa adalah sebuah privilese yang harus dimanfaatkan untuk keluar dari zona nyaman,” tambahnya.
Prestasi ini kembali menegaskan posisi mahasiswa FEB Unila sebagai agen perubahan yang kritis terhadap isu-isu teknologi global. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan literasi digital dan kebijakan akademik di bidang akuntansi. (Magang_M Ghatan Dinata)

