{"id":367,"date":"2025-08-22T15:00:00","date_gmt":"2025-08-22T15:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/?p=367"},"modified":"2025-08-25T10:12:51","modified_gmt":"2025-08-25T10:12:51","slug":"mahasiswi-feb-unila-novita-sari-dewi-gultom-raih-medali-emas-di-ajang-kompas-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/mahasiswi-feb-unila-novita-sari-dewi-gultom-raih-medali-emas-di-ajang-kompas-2025\/","title":{"rendered":"Mahasiswi FEB Unila Novita Sari Dewi Gultom Raih Medali Emas di Ajang KOMPAS 2025"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>FEB Unila<\/strong> \u2014 Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila). Novita Sari Dewi Gultom, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen angkatan 2024, berhasil meraih dua medali emas sekaligus dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KOMPAS) 2025 di bidang Bahasa Inggris dan Ekonomi tingkat perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>KOMPAS merupakan kompetisi akademik berskala nasional yang diselenggarakan secara daring oleh Generasi Maju Indonesia (GEMANESIA) . Ajang ini diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga mahasiswa, dengan tujuan mengembangkan kemampuan akademik di bidang sains dan ilmu pengetahuan umum seperti matematika, biologi, ekonomi, bahasa Inggris, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kompetisi dilaksanakan pada 22 Juni 2025 secara daring, dimulai dari pendaftaran gratis melalui platform resmi Gemanesia. Peserta kemudian mengikuti ujian online berbasis HOTS (<em>Higher Order Thinking Skills<\/em>), dengan 60 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan dan kecepatan menjawab soal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSoalnya tidak berbasis tema atau karya tertentu, tapi fokus pada logika berpikir dan pemahaman konsep. Saya ikut untuk dua bidang: Ekonomi dan Bahasa Inggris,\u201d jelas Novita.<\/p>\n\n\n\n<p>Novita mengaku mengetahui informasi ajang ini dari media sosial dan langsung tertarik karena kedua bidang tersebut telah ia sukai sejak lama. Ia pernah mengikuti lomba ekonomi saat SMA namun belum berhasil, dan menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk mencoba kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya ingin membuktikan bahwa usaha dan konsistensi tidak akan mengkhianati hasil. Ini menjadi ruang bagi saya untuk belajar dan berkembang,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Persiapannya dilakukan secara intensif, antara lain dengan berlatih soal, menonton video pembahasan, memperluas kosakata bahasa Inggris, serta menjaga konsistensi belajar. Ia juga menerapkan strategi manajemen waktu yang ketat untuk membagi fokus antara dua bidang yang berbeda karakteristik.<\/p>\n\n\n\n<p>Tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi konsentrasi dan tenaga, mengingat format lomba menguji dua kemampuan secara bersamaan. Ia mengatasinya dengan membuat jadwal belajar seimbang dan menjaga motivasi melalui <em>self-reward<\/em> dan dukungan dari keluarga serta teman-teman.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya tidak menyangka bisa meraih A+ dan medali emas di dua bidang sekaligus. Bagi saya, ini bukan hanya pencapaian pribadi, tapi juga pembuktian diri,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Novita menyampaikan bahwa kunci keberhasilannya adalah belajar cerdas, percaya diri, konsisten, dan tidak lupa berdoa. Ia berharap prestasi ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas di masa depan dan bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani mencoba.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan tunggu sempurna untuk mulai. Lomba di luar kampus itu bisa jadi sarana besar untuk berkembang dan mengenali potensi diri,\u201d tutupnya. <em>(<\/em>Magang_Icka Nuraini Azhumi<em>)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FEB Unila \u2014 Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila). Novita Sari Dewi Gultom, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen angkatan 2024, berhasil meraih dua medali emas sekaligus dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KOMPAS) 2025 di bidang Bahasa Inggris dan Ekonomi tingkat perguruan tinggi. KOMPAS merupakan kompetisi akademik berskala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":368,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=367"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":369,"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367\/revisions\/369"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/368"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/feb.unila.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}