Puasa Medsos Jika Target Meleset, Strategi Unik Tiara Raih Lulusan Terbaik Kedua FEB Unila

FEB Unila – Prestasi membanggakan kembali datang dari wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila). Tiara Rizky Cahya, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen, resmi ditetapkan sebagai Lulusan Terbaik Kedua Program Sarjana FEB Unila. Pencapaian ini menjadi buah manis dari dedikasi dan perencanaan matang yang telah ia susun sejak menginjakkan kaki pertama kali di bangku perkuliahan.

Salah satu poin keunggulan akademik yang memperkuat posisinya sebagai lulusan terbaik adalah raihan Silver Medal pada kompetisi internasional di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Prestasi lintas negara ini membuktikan bahwa mahasiswa FEB Unila mampu bersaing secara kompetitif di level global.

Tiara mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada strategi mapping atau pemetaan perjalanan kuliah yang disiplin. Sejak semester satu, ia telah merancang target spesifik di setiap fasenya: mulai dari masuk kelas internasional, aktif di organisasi AIESEC pada semester dua hingga empat, meraih Djarum Beasiswa Plus, mengikuti program exchange di semester lima, hingga menjalani magang dan lulus tepat waktu.

“Saya memiliki target yang jelas sejak awal dan berkomitmen untuk mencapainya. Tantangan terbesar adalah tetap aktif di berbagai kegiatan namun tetap mempertahankan IPK dan performa akademik. Saya mengatasinya dengan manajemen waktu yang baik dan disiplin terhadap prioritas,” ujar Tiara.

Uniknya, Tiara menerapkan sistem reward and punishment pribadi untuk menjaga konsistensinya. Ia memberikan self-reward seperti bersantai di kafe atau menonton film jika target tugas tercapai, namun dengan tegas membatasi penggunaan media sosial jika tanggung jawab akademiknya belum tuntas.

Keberhasilan Tiara juga tidak lepas dari dukungan moral yang kuat. Ia menyebut orang tua sebagai sosok paling berperan yang memberikan doa dan kepercayaan penuh di setiap langkahnya. Selain itu, lingkungan yang suportif di FEB Unila, pelatihan dari Djarum Beasiswa Plus, serta pengalaman berorganisasi di AIESEC menjadi faktor krusial dalam membentuk karakter dan ketangguhan mentalnya.

“Tetap semangat dan jangan mudah menyerah. Proses memang tidak selalu mudah, tetapi sesuatu yang sulit bukan berarti tidak mungkin untuk dicapai,” pesannya.

Pencapaian ini semakin menegaskan komitmen FEB Unila dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki perencanaan strategis dan pengalaman organisasi yang matang untuk menghadapi dunia profesional. (Magang_M Ghatan Dinata)