Program Off-Campus ACP 2018 di FEB Unila

Program Off-Campus ACP 2018 di FEB Unila

FEB Unila| Keselamatan dan keamanan merupakan isu umum di Asia secara keseluruhan, karena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, topan dan sebagainya sering terjadi di kawasan ini. “Program Studi Perbandingan Manajemen Keselamatan: Indonesia, Jepang dan Asian Cooperative Program (ACP)” memberikan kesempatan belajar yang unik kepada mahasiswa dari 15 Universitas Konsorsium ACP di tujuh negara Asia.

Program ini memberikan informasi dalam Manajemen Keselamatan: yaitu bagaimana mengelola sumber daya manusia saat krisis seperti bencana alam terjadi, sehingga kita akan mempunyai keterampilan untuk mengimplementasikan “safety management” bila diperlukan. Melalui studi lapangan dan pertukaran budaya antara mahasiswa dengan perbedaan budaya dan latar belakang, program ini bertujuan mendorong peserta untuk memperdalam saling pengertian dan persahabatan.

Beberapa waktu lalu Universitas Lampung (Unila) menjadi tuan rumah pertemuan ke-6 Program Off-Campus tahun 2018, yang berlangsung 3-12 Februari. Bersama Kansai University of International Studies (KUIS), Unila mempersiapkan acara ini sejak tahun lalu. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila menjadi tempat utama penyelenggaraannya.

Sebanyak  30 mahasiswa mengikuti acara ini. Mereka berasal dari Kansai University sebanyak 16 orang, University Utara Malaysia sebanyak 2 orang, University of Philiphines sebanyak 1 orang dan Universitas Lampung sebanyak 11 orang.

Perkuliahan dengan topik “Mitigation of Natural Disaster” dilaksanakan pada hari ketiga , Senin (5/2) di Gedung FEB Unila dengan metode pemaparan oleh Prof. Suharno, Guru Besar Ilmu Geodesi Unila, dan diskusi kelompok. Siang harinya, peserta mengikuti pengenalan Budaya Lampung, berupa workshop tari dan musik tradisional Lampung. Sementara, keesokan harinya  peserta mengikuti perkuliahan dengan topik “Sustainability and Safety in Agriculture Industry” yang disampaikan oleh Prof. Udin Hasanudin.

Pada hari Rabu, (7/2) mereka field trip menuju Liwa, Lampung Barat. Daerah ini diguncang gempa dahsyat pada tahun 1994. Mahasiswa ACP akan mempelajari manajemen penangan gempa di sana. Mereka belajar langsung dari beberapa sumber yang berkaitan dengan penanganan gempa di Liwa.

Rombongaan mahasiswa didampingi oleh dosen Jepang dari  Kansai University of International Studi (KUIS) Yasuo Kawasaki Ph.D., dan  Masahiko Murata. Sedangkan dari Unila yang hadir antara lain Prof. Bujang Rahman (Wakil Rektor Bidang akademik), Prof. Suharno (Dekan Fakultas Teknik Unila), dan Prof. Cipta Ginting (Kepala UPT Pengembangan Kerjasama dan Layanan Internasional).

Acara berikutnya adalah pemaparan materi Build Resilience yang dilaksanakan hari Senin (12/2) di Unila. Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dr. Raditya Jati menjadi pembicara di Ruang Sidang Lantai 2 Rektorat Unila. Selain peserta, acara juga dihadiri Acara dihadiri juga oleh Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin dan President Kansai University for International Studies Prof. Atsusi Hamana.
(dedi)


[su_slider source=”media: 6049,6048,6047,6046,6045,6044,6043,6042,6041,6040,6039,6038,6037,6036,6035,6034,6033,6032,6031,6030,6029,6028,6027,6026,6025,6024,6023,6022,6021,6020,6019,6018,6017,6016,6015,6014,6013,6012,6011,6010,6009,6008,6007,6006,6005,6004,6003,6002,6001,6000″ link=”lightbox” title=”no”]