Sosialisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Sosialisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

FEB Unila | Universitas Lampung bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menggelar Seminar dengan tema “Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Peningkatan Daya Saing Sektor Ketenagakerjaan”. Seminar yang diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2020 ini merupakan bagian dari upaya KPC-PEN untuk mensosialisasikan UU Cipta Kerja khususnya peranannya dalam mendorong peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Unila, Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes dengan menyambut baik kerjasama kegiatan seminar ini. Beliau juga berharap agar seminar ini dapat menjadi wadah bagi akademisi, pemangku kepentingan, pembuat kebijakan, dan aktor pembangunan untuk berdiskusi secara sehat. Kedepannya, seminar ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang dilakukan sebagai bentuk kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Universitas. Bapak Asep Sukohar juga mengingatkan mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. 

Selanjutnya dalam sesi pengantar diskusi, Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede, Phd menyampaikan bahwa COVID-19 memberikan tantangan terhadap perekonomian nasional sehingga direspon oleh Pemerintah dengan mengeluarkan berbagai strategi dan kebijakan. Pemerintah melakukan dual strategy untuk menghadapi tantangan tersebut yaitu menyelamatkan hidup (kesehatan) sebagai yang utama dan menyelamatkan kehidupan (ekonomi). “Dari sisi anggaran kita bisa melihat bahwa belum pernah bantuan Pemerintah semasif ini dalam sejarah Republik Indonesia diberikan kepada kelompok menengah kebawah”, ujarnya. Berkaitan dengan ketenagakerjaan, beliau menjelaskan bahwa UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja merupakan strategi jangka menengah panjang dan sebagai salah satu game changer dalam rangka pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia. 

Dalam sesi paparan, I Gusti Putu Suryawirawan selaku Staf Khusus Menko Bidang Perekonomian menjelaskan mengenai pentingnya UU Cipta Kerja dalam rangka menghadapi dinamika perekonomian global salah satunya adalah revolusi industri 4.0. Beliau menambahkan revolusi industri 4.0 membuat dunia lebih terkoneksi tanpa batasan dan meminimalisir asimetrik informasi yang memungkinkan Indonesia melakukan imitasi, adaptasi, dan difusi teknologi dari negara dalam tempo waktu yang lebih cepat dibandingkan revolusi industri sebelumnya. “Pada prinsipnya kita perlu membuat peraturan – peraturan yang fleksibel namun secure dengan mengambil dari fleksibilitas kerja, sistem proteksi kesejahteraan, serta kebijakan kerja aktif”, ujarnya. Diharapkan dengan adanya UU Cipta Kerja mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi dinamika dan tantangan global kedepannya.

Asisten Deputi Harmonisasi Ekosistem Ketenagakerjaan, Nuryani Yunus, SE.,ME kemudian melanjutkan mengenai tujuan dan gambaran umum UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja khususnya terkait dengan sektor ketenagakerjaan. Beliau menjelaskan bahwa tujuan umum UU Cipta Kerja dalam kaitannya dengan ketenagakerjaan adalah menciptakan lapangan kerja dan kewirausahaan melalui kemudahan berusaha serta menjamin hak hak – hak pekerja melalui perlindungan pekerja. Ketentuan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan diatur dengan tetap mengutamakan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pekerja dengan beberapa ketentuan diantaranya upah minimum, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), outsourcing, waktu kerja, hak cuti dan hak upah atas cuti, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pesangon, jaminan kehilangan pekerjaan, serta tenaga kerja asing. “Pemerintah juga membuka konsultasi publik mengenai UU Cipta Kerja yang terdiri dari 40 RPP dan 4 Rperpres melalui www.uu-ciptakerja.go.id”, paparnya.

Kemudian, Prof. Dr. Taufiq Marwa, M.Si menambahkan mengenai peluang dan tantangan dalam menanggulangi dampak COVID-19 pada sektor ketenagakerjaan. Beliau menjelaskan bahwa terdapat 1,7 juta pekerja yang sudah tervalidasi mengalami PHK dan dirumahkan selama pandemi COVID-19 akibat sektor bisnis yang terdampak secara umum merupakan sektor yang labor-intensive yakni tekstil, manufaktur, pariwisata dan hospitality, penerbangan/jasa travel, serta ritel. “Pasca pandemi COVID-19, tantangan yang dihadapi oleh sektor ketenagakerjaan adalah banyaknya pencari kerja baru, bertambahnya angka pengangguran, perlambatan pemulihan pada sektor padat karya, serta harga komoditas pertanian yang masih belum stabil”, ujarnya. Meskipun demikian beliau menambahkan terdapat peluang usaha baru pasca pandemi COVID-19 yakni usaha di bidang kesehatan, digital marketing, jasa penjualan online, teknologi dan informasi, serta kuliner/makanan. 

Dr. Marselina Djayasinga, SE., MPM selanjutnya menyoroti peran dunia pendidikan dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Beliau mengawali dengan memberikan penjelasan mengenai konsep dasar produktivitas.  “Kalau berbicara daya saing ya produktifitas”, ujarnya. Dari sudut pandang akademisi beliau memaparkan mengenai unsur penting dalam rangka peningkatan daya saing tenaga kerja yakni pengembangan, kesiapan serta pemasukan tenaga kerja. Beliau juga memberikan masukan mengenai pentingnya link and match antara dunia pendidikan dengan industri melalui kebijakan pendidikan yang adaptif. “Pak Jokowi dan Pak Menteri telah membuat kebijakan kampus merdeka, merdeka belajar”, ujarnya. Ibu Marselina juga menambahkan agar terdapat sinergi antara peran universitas dengan peran dunia industri. 

Sebagai penutup seminar, I Gusti Putu Suryawirawan menyampaikan bahwa penyesuaian terhadap peraturan ketenagakerjaan yang tertuang dalam UU Cipta Kerja diharapkan dapat meningkatkan iklim ketenagakerjaan melalui penciptaan lapangan kerja baru di tengah berbagai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan domestik.

Berikut materi para narasumber dapat diunduh  Disini