Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Proyek Sosial, Tim Jurusan Ekonomi Pembangunan Masuk 250 Proposal Terbaik Pertamina Foundation

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Proyek Sosial, Tim Jurusan Ekonomi Pembangunan Masuk 250 Proposal Terbaik Pertamina Foundation

FEB Unila | Dampak pandemi Covid-19 turut memberikan pengaruh kepada turunnya harga komoditas salak yang diproduksi oleh sebagian masyarakat di Desa Wonoharjo, Tanggamus. Akibat harga jual salak yang anjlok saat masa panen, petani mendapat kerugian yang tidak sedikit dalam menanggung seluruh biaya selama masa tanam. Selain itu, akses jalan yang sulit menambah harga transportasi dan pengangkutan menjadi lebih mahal sehingga ongkos produksi semakin tinggi. Keprihatinan inilah yang membuat tim dari jurusan Ekonomi Pembangunan yang beranggotakan dosen Arif Darmawan, S.E., M.A sebagai ketua dan empat mahasiswa yaitu Widia Anggi Palupi, Ghania Atiqasani, Diah Intan dan Rayhan Almer Geraldi mengajukan proposal proyek sosial yang mengangkat isu terkait, “Reformulasi Pemulihan Ekonomi Masyarakat terdampak Covid-19 di Desa Wonoharjo, Kab Tanggamus” .

Menurut Arif Darmawan selaku ketua, keikutsertaan tim dari jurusan Ekonomi Pembangunan dalam kompetisi ini selain untuk mendapatkan hibah/pendanaan juga ingin berkontribusi beserta peserta dari seluruh Indonesia untuk memecahkan masalah sosial yang ada di sekitar masyarakat. Kedepannya, dengan pengajuan proposal sosial ini, tim dapat membantu dalam pelatihan pembuatan manisan salak, pemasaran digital, dan peningkatan kapasitas BUMDes di Desa Wonoharjo sehingga dapat berjaya dan mampu bangkit dari situasi ekonomi yang sulit pada masa pandemi Covid-19.

Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi hibah dengan luaran tim yang mengajukan proyek sosial dalam bentuk proposal, mempresentasikan di hadapan reviewer, dan bisa mendapatkan hibah dengan total pendanaan mencapai setengah Miliar Rupiah diselenggarakan oleh Pertamina Foundation. Kegiatan berikutnya berupa seleksi menuju 100 besar proposal terbaik dan akan diundang untuk mengikuti kegiatan coaching dan pendampingan. (Arif Darmawan)