FEB Gelar Konferensi Internasional

FEB Gelar Konferensi Internasional

FEB Unila | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung menggelar Konferensi Internasional yang ke-4 bersama Indonesian Finance Association (IFA), rabu (05/09). Kegiatan yang bertajuk “Finance in The Age of Digital Technology : Pushing New Frontier“ , berlangsung pada 5-6 September 2018 di Swiss-Belhotel Bandar Lampung diikuti sekitar 188 orang dari mancanegara yang terdiri dari para dosen, peneliti, regulator keuangan, dan pelaku industri keuangan.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bid. Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila Prof. Dr. Mahatma Kufepaksi, M.Sc. Turut hadir Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si. Presiden IFA Dr. Irwan Adi Ekaputra, Keynote Speaker yakni, Prof. Alistair Milne dari Loughborough University dan Dr. Halim Alamsyah dari Lembaga Penjamin Simpanan, serta para peserta dan narasumber lainnya.

Konferensi ini mengundang peserta dari segala penjuru Indonesia dan mancanegara, khususnya para dosen, peneliti, regulator keuangan dan industri keuangan dari institusi terkemuka. Adapun para narasumber yakni Prof. Alistair Milne dari Loughborough University, Prof. Ghon Ree dari University of Hawaii,  Prof. Robin K. Chou dari National Chengchi University, Friderica W.D dari Kustodian Sentral Efek Indonesia, Agusman, Ph.D dari Bank Indonesia dan Dr. Halim Alamsyah dari Lembaga Penjamin Simpanan.

Dekan FEB Unila Prof. Dr. Satria Bangsawan, M.Si., mengatakan, konferensi ini merupakan kegiatan kerja sama antara FEB Unila dengan Indonesian Finance Association (IFA), yang bertujuan untuk mendongkrak publikasi Internasional karya ilmiah para dosen maupun mahasiswa. Serta memberikan manfaat dan kesempatan bagi masyarakat Lampung, khususnya akademisi, pebisnis dan pemerintah provinsi, kabupaten maupun kota untuk berperan dalam mengembangkan bidang penelitian ilmiah, terjalinnya komunikasi bisnis, ilmiah, budaya dan kesempatan memperkenalkan obyek pariwisata Lampung kepada peserta sehingga obyek-obyek wisata Lampung lebih dikenal ke seluruh Indonesia maupun mancanegara.

Prof. Satria juga menjelaskan, “salah satu syarat untuk menjadi seorang profesor atau lektor kepala para akademisi/dosen harus memiliki karya publikasi internasional yang terindeks scopus. Maka melalui kegiatan ini para dosen bisa mempresentasikan papernya sehingga direkomendasikan sebagai jurnal yang terindeks scopus yang bekerja sama dengan IFA” paparnya. (Yandi)