DJKN Goes to FEB Unila

DJKN Goes to FEB Unila

FEB Unila| Sekitar 300 orang yang terdiri dari  para mahasiswa, dosen, dan karyawan FEB Unila terlihat memenuhi Gedung Aula di lantai 1 gedung FEB Unila, hari ini, Selasa (10/4). Mereka adalah peserta rangkaian kegiatan “DJKN Goes to FEB Unila”.

Acara ini merupakan program promosi dan publikasi peran kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan Lelang Kementerian Keuangan RI dalam mengelola aset negara dan menjalankan peran pelaksana lelang negara. Di Unila, DJKN bekerjasama dengan FEB Unila mengadakan acara resmi yang terprogram setiap tahun ini.

Dekan FEB Unila, Prof. Satria Bangsawan yang memberikan sambutan mengatakan, pengetahuan tentang aset negara sangat dibutuhkan  untuk alumni nanti. “Jurusan Akuntansi bisa berdiskusi tentang penghapusan aset negara, jurusan manajemen bisa mengetahui marketing strategy produk dengan cara lelang yang semua bermanfaat” jelas dia.

Kuliah umum disampaikan oleh Kakanwil DJP Wil. Lampung dan Bengkulu, Ekka S. Sukadana. Dia menyampaikan, pada akhir tahun 2017 nilai aset tetap Provisni Lampung senilai 62 triliun.  tujuh persen dari jumlah itu dikelola Unila. Aset Unila bernilai  4,8 triliun rupiah, dengan kampus yang berdiri tanah seluas 97 Hektar. Jumlah itu menempatkan Unila di jajaran pemilik aset begara yang besar di Propinsi Lampung.

Kakanwil juga mengingatkan peran mahasiswa dan masyarakat untuk menjaga agar aset negara terawat dengan baik dan aktif digunakan. “Aset negara harus (digunakan–red) bekerja, tidak boleh diam, sehingga sesuai dengan tujuan pengadaan aset tersebut” jelasnya.

Rangkaian acara lainnya adalah Penandatanganan Kerjasama antara Kanwil DJP Lampung dan Bengkulu yang ditandatangani oleh Kakanwil, dengan FEB Unila yang diwakili oleh Dekan. Acara dilanjutkan dengan kuis online dan game.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi lelang yang sudah ditunggu-tunggu. Setelah simulasi singkat, peserta yang sudah mendaftar sebelumnya, terlibat aktif mengikuti lelang. Barang yang dijual lelang adalah Handphone, printer, helm, dan tas eksklusif.

Proses lelang berjalan ketat dan seru. Peserta mengikuti dengan antusias, setiap kali juru lelang  memancing peserta untuk bertahan menawar pada harga yang lebih tinggi. Akhirnya lelang menghasilkan 5 pemenang yang menawar tertinggi.

Keriuhan terjadi saat penyerahan barang untuk  pemenang. Penitia lelang memberikan pengumuman mengejutkan. “Kami datang bukan untuk berjualan, jadi pemenang berhak membawa barangnya tanpa membayar, alias gratis” kata Kepala KPKN Wilayah Lampung mewakili panitia. Peserta bersorak antara menyesal dan bingung, suasana Aula tambah bergemuruh.

Koda acara, diumumkan pemenang lomba foto dan promosi di media sosial Instgram/Facebook/Twitter.  Foto yang dinilai adalah seputar DJKN Goes To FEB Unila selama acara berlangsung. Misalnya foto di booth photo atau taman sekitar gedung. Atau berpose dengan panel replika Menteri Keuangan Sri Mulyani, seperti salah satu juara yang terpilih. (dedi)