Disiplin, Kunci Shinta Jadi Lulusan Terbaik Unila

Shinta Dwi Fasmitha. (Lampost.co/Yusmart)

(Lampost.co) — Shinta Dwi Fasmitha, mahasiswa program studi Manejemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), dinobatkan menjadi lulusan terbaik I tingkat Universitas program Sarjana Satu (S1) dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,89, pada wisuda periode III tahun akademik 2017/2018, di GSG Unila, Rabu (24/1/2018).

Gadis kelahiran Negara Ratu, Lampung Utara, 25 Januari 1996 ini memperoleh predikat kelulusan Pujian, berkat kesungguhannya selama 3 tahun 3 bulan dalam menempuh pendidikan di FEB Unila dengan bermodalkan disiplin serta tidak menunda pekerjaan.

Anak ke-2 dari 3 bersaudara pasangan Hadi Siswanto (alm) dan Zaenah ini menjadikan disiplin sebagai pondasi hidup dalam melakukan segala bentuk aktivitas adalah untuk mencapai apa yang di cita-citakan. Menurut Shinta kepada Lampost.co mengatakan, orang yang telah sukses atau berhasil dimuka bumi ini salah satunya adalah dengan menerapkan pola hidup disiplin yang baik.

“Disiplin sudah ditanamkan oleh kedua orang tua sejak saya masih kecil. Disiplin membuat hidup saya menjadi lebih mandiri dalam melakukan segala hal. Sejak duduk di bangku SMP, saya sudah belajar mandiri dengan tidak bersama orang tua karena merantau untuk menempuh pendidikan di salah satu sekolah di Bandar Lampung,” kata Shinta yang memiliki hobi membaca dan berswisata kuliner ini.

Shinta yang pada skripsinya mengambil judul Pengaruh Knowledge Manajemen dan Kemauan Individu Terhadap Kinerja Guru ini mengatakan, selain disiplin untuk meraih suatu kesusksesan adalah mendengarkan nasihat yang diberikan orang tua. Menurutnya, mendengarkan nasihat orang tua sama halnya dengan berbakti serta menjunjung tinggi kehormatan dan keberadaan mereka.

“Tidak ada orang yang sukses tanpa campur tangan orang tua, kendati tidak dilakukan secara langsung. Orang tua adalah tempat berkomunikasi yang baik dalam segala hal yang diinginkan. Setiap saya mendapatkan nasihat pasti mendengarkannya, karena setiap ucapannya adalah doa bagi saya,” kata Shinta yang bercita-cita menjadi pengusaha di kampung halamannya kelak.


 

* Artikel ini berasal dari media di luar FEB Unila yang yang memberitakan tentang Kampus FEB Unila.